I Forgot How To Return Chapter Prolog

Chapter Prologue : Katsuo Haruto

Namaku adalah Katsuo Haruto,umurku saat ini adalah 16 tahun. Aku memiliki tinggi badan sekitar
177 cm, rambutku lurus berwarna hitam serta mata yang juga berwarna hitam. Secara fisik, penampilanku ini sama seperti orang-orang yang biasa ditemukan diluar sana. Namun, aku memiliki  rahasia yang diwariskan turun-menurun oleh keluarga Katsuo, yaitu…




― Aku adalah seorang Magician.




Ya, keluargaku merupakan sebuah keluarga yang menempuh jalan Magician. Semua itu bermula ketika kakek dan nenekku masih muda.




Kakekku, Katsuo Shinichi dan nenekku, Katsuo Shiho secara misterius dipanggil ke dalam dunia lain saat mereka sedang mengadakan reuni dengan teman SMA-nya. Di dunia itu, mereka mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Mereka pun mengelilingi dunia itu dan mengalahkan orang yang ingin menghancurkan dunia tersebut yang juga merupakan orang yang memanggil mereka ke dunia itu. Setelah berhasil mengalahkan orang itu, mereka pun kembali ke dunia ini.




Seluruh kisah mereka ditulis secara rahasia dan dijadikan sebagai rahasia keluarga Katsuo. Kedua orangtuaku mewarisi jalan mereka lalu mewariskannya padaku. Sejak kecil aku sudah di ajarkan mengenai peraturan keluargaku ini, yang dibuat oleh kakek dan nenekku. Aku pun berniat untuk mengikuti jejak mereka dan menjadi seorang Magician dengan mempelajari semua buku yang ditulis oleh mereka. Saat ini aku sedang melakukan sebuah penelitian terhadap suatu hal yang sangat menarik perhatianku, yaitu..




―  Cara pergi menuju dunia lain.




Saat ini, aku sedang meneliti tentang lingkaran sihir yang dapat membawaku ke dunia lain. Kakek dan nenek sering bercerita padaku, mengenai petualangan mereka di dunia itu, mengenai betapa menakjubkannya dunia itu.. Aku ingin melihatnya dengan mataku sendiri, tentang dunia yang mereka lihat itu. Hari ini, aku pun memulai penelitianku setelah pulang dari sekolah.




“Aku pulang!”




“Selamat datang kembali.”




Ibuku dengan ramah menyambutku di rumah,




“Apa kau ingin kembali melanjutkan penelitianmu? Aku sudah
meminta Chihiro-san untuk membantumu jika diperlukan.”




Kedua orangtuaku sudah mengetahui tentang penelitianku ini,
dan terkadang mereka membantuku dalam penelitian dan juga Chihiro Sagiri yang
merupakan kepala dari para pembantu di rumah kami.




Mungkin ini sedikit telat, tapi keluarga Katsuo saat ini
bisa dibilang merupakan salah satu orang terkaya di Jepang, berkat orangtuaku
yag membangun banyak bisnis besar di seluruh penjuru Jepang. Namun dibalik itu,
keluarga Katsuo adalah satu-satunya keluarga Magician di dunia ini. Hanya
keluarga Katsuo dan beberapa pembantunya saja yang mengetahui rahasia ini,
termasuk Chihiro-san yang sudah mengasuhku sejak kecil.




“Tidak perlu. Aku sudah hampir menyelesaiannya.. Hanya
perlu beberapa sentuhan untuk menciptakannya.”




“Oh.. Itu bagus! Kakek dan nenekmu pasti akan bangga
padamu. ” Kata Ibuku sambil mengelus kepalaku.




“Apa ibu akan pergi lagi hari ini?” Tanyaku yang melihat
ibu dengan pakaian formalnya.




“Ya.. Sepertinya ayahmu sedang kesulitan menangani beberapa
klien. Ibu akan kesana dan membantunya.”




“Baiklah.. Hati-hati di jalan.” Kataku sambil menatap ibu
pergi meninggalkan rumah, seelah itu aku pun langsung menuju ruang penelitianku
yang berada di bawah tanah.




**********




“Baiklah.. Waktunya bekeja.”




Aku pun memulai penelitianku dengan memakai seragam
sekolahku. Aku pun mulai membuka-buka lembaran kertas yang bertuliskan tentang
penelitianku. Aku mulai merangkai
beberapa kertas lalu membacanya dengan seksama.




“Hmm.. Jadi
begitu..”




Aku pun bergumam dan mulai merangkai sebuah gambaran kasar
lingkaran sihir di atas kertas kosong.




Beberapa jam pun telah berlalu.




“Akhirnya!!! Aku berhasil!!!” Teriakku sambil mengangkat
kedua tanganku di udara. Sudah hampir satu tahun sejak aku memulai penelitian
ini, dan akhirnya hari ini aku berhasil menyelesaikannya.




― Aku ingin segera mencobanya!!!




Aku pun segera berlari meninggalkan ruangan tersebut dan
menuju ruang keluarga,




“Chihiro-san!”




“Ada apa, Haruto-sama?”




“Tolong siapkan untukku beberapa bekal!”




“Hm?J-Jangan-jangan anda sudah berhasil menyelesaikannya?”




“Ya!!”




“Baiklah, aku mengerti.. Apa aku perlu menyiapkan makanan
favorit anda?”




“Ya.. Tolong ya..”




Setelah mengatakan hal itu, aku pun langsung bergegas
menuju lantai dua, tempat dimana kamarku berada.




Fufufu… Apa yang harus kubawa, ya….




Aku sangat kegirangan sehingga aku dapat
merasakan senyuman yang terus terukir pada wajahku ini. Rasanya, aku ingin
melompat-lompat karena kegirangan setelah berhasil menyelesaikan lingkaran
sihir itu.




Karena ini adalah hal
yang kutunggu-tunggu, aku pun segera menyiapkan peralatan pribadiku yang sudah
kusiapkan sejak lama, seperti pakaian tempur, pedang, smartphone, dan juga buku
tentang dunia lain yang di tulis oleh kakek dan nenekku. Setelah memasukkan
semua itu ke dalam «Magic Storage», aku segera menuju ruang
keluarga.




“Ah, Onii-chan!!”




“Itsuki, kau sudah kembali! Bagaimana dengan
karyawisatamu? Menyenangkan?”




Adikku, Katsuo Itsuki yang baru saja pulang
dari karyawisata sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.




“Uun!! Sangat menyenangkan!! Kyoto memang
luar biasa!!” Jawabnya penuh semangat, “Aku membawakanmu beberapa oleh-oleh..
Nih.”




Itsuki memberikan sebuah tas kertas padaku,
kulihat didalamnya terdapat sebungkus daun teh hijau, sekotak wagashi, gantungan kunci senbantorii,dan beberapa cemilan
lainnya.




“Uwaah!! Terima kasih banyak, adikku!!”
Seruku lantas langsung melompat dan memeluk adikku.




“O-Onii-chan! Jangan memelukku tiba-tiba..”




“Hehe.. Maaf..” Kataku lalu melepas
pelukanku, “Ngomong-ngomong, Itsuki.. Kakakmu ini berhasil menyelesaikan lingkaran
sihir menuju dunia lain!!”




“Aku sudah mendengarnya barusan dari
Chihiro-san.. Selamat, ya.. Onii-chan!!” “Ngomong-ngomong, apa Onii-chan ingin
langsung mencobanya?”




“Ya, tentu saja! Itsuki.. Apa kau ingin
ikut?”




“Hmm.. Mungkin lain kali saja.. Aku masih
kelelahan.”




“Begitu.. Yah, istirahatlah terlebih
dahulu..”




Aku mengelus-elus rambut panjang hitamnya
dengan tangan
kananku, adikku pun menikmati elusanku sambil mengeluarkan
suara hehehe




“Haruto-sama, bekalmu sudah siap.”




Chihiro-san datang sambil membawa sebuah tas
kecil di tangannya.




“Ooh.. Terima kasih, Chihiro-san.” Aku pun
langsung menerima tas itu lalu memasukkannya ke dalam «Magic Storage» bersama
dengan oleh-oleh dari adikku, “Baiklah, aku pergi dulu.”




“Onii-chan, hati-hati,ya..”




“Ya.”




Aku pun langsung menuju ruang bawah tanah.




**********




“Baiklah, mari kita mulai..”




Magician berbeda dengan Mage (Penyihir) pada umumnya. Mage biasanya memakai
unsur elemen dan
sebuah rapalan untuk menciptakan sihir, namun Magician tidak memerlukan itu semua untuk
menciptakan sihir. Magician menggunakan ingatan mereka untuk menyusun sihir
yang akan digunakan lalu mengubahnya menjadi lingkaran sihir dan kemudian sihir
pun dapat diaktifkan melalui lingkaran sihir yang terbentuk. Jadi, selama
seorang Magician mengetahui mekanisme sihir yang akan dilakukannya, maka sihir
pun akan terbentuk.




Aku
pun mulai merangkai lingkaran sihir yang akan kupakai. Perlahan-lahan lingkaran
sihir itu pun terbentuk dibawah kakiku, karena ini pertama kali aku mencobanya,
aku pun melakukannya dengan hati-hati agar tidak ada kesalahan dalam
pembentukannya.




“Baiklah..
Sudah selesai.”




Lingkaran
sihir berwarna biru itu hampir memenuhi seluruh lantai diruangan itu. Susunan
yang begitu kompleks mengisi lingkaran itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku
pun mulai mengaktifkannya.




―«Reverse
Another World Summoning» !!!




Seketika
itu, cahaya putih memenuhi ruangan dan membawaku pergi menuju dunia lain.




**********




Mataku
yang tadi dipenuhi oleh cahaya putih tadi itu kini muai mendapatkan pemandangan
baru. Ini bukanlah ruangan bawah tanahku, yang kulihat saat ini adalah sebuah
pemandangan yang biasa ditemukan dalam cerita fantasi.




Saat
ini aku sedang memandangi sebuah jendela yang terbuka, namun apa yang kulihat
adalah sesuatu yang berada dibalik jendela itu. Naga-naga dengan sayap yang
lebar tengah terbang melintasi udara, didekatnya terdapat banyak gunung
vulkanik yang sedang memuntahkan laharnya. Awan berwarna hitam memenuhi langit, suara
gemuruh dan petir yang menyambar menghiasi langit itu.




―Pemandangan
ini...




Saat
aku sedang memandangi hal itu, terdengar beberapa suara di telingaku.




S-Siapa dia!?




Ti-Tidak mungkin.. Manusia!!?




Bagaimana caranya memasuki tempat ini!!?




Aku
mendengar suara yang berasal dari belakangku, setelah membalikkan badan, aku
menemukan pemandangan yang tak pernah kukira sebelumnya.




Aku
berada di dalam sebuah ruangan yang sangat besar. Namun, yang mengejutkan
bukanlah hal itu, ruangan itu dipenuhi oleh beberapa sosok besar yang menyeramkan.
Wujud fisik mereka hampir mirip dengan manusia, namun yang membedakan adalah
terdapat tanduk di kepala mereka, kulit mereka yang berwarna merah dan mata
mereka yang berwarna hitam dengan pupil mata berwarna merah.




Tidak mungkin!! Bagaimana manusia ini bisa
sampai di sini!!?





I-Ini gawat!!!




Maou-sama!!!  Ada penyusup di sini!!!




Salah satu dari mereka memberitahu sesuatu kepada sosok yang sedang duduk diatas singgasana yang berada diujung tempat berdiriku sekarang ini. Sosok itu sangatlah besar, mengenakan jubah hitam yang sangat besar dan mengenakan sebuah mahkota diantara kedua tanduknya yang besar. Sosok itu pun langsung menatap tajam ke araku.




(Hm? Tunggu dulu.. Kalau tak salah tadi ada yang memanggilnya dengan sebutan Maou, kan?)




(Ka-Kalau begitu.. Jangan-jangan..)




― Aku sedang berada di dalam kastil Raja Iblis!!!!!?????




□□□

1 Response to "I Forgot How To Return Chapter Prolog"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel