I Forgot How To Return Chapter 02 Part 02


Chapter 02 : Without Magic (Part 02)




Namaku adalah Shirasaki Hatsumi, aku
merupakan putri ketiga dari kerajaan Conscience. Saat ini aku sedang menempuh
pendidikan di Royal Academy di kerajaan Serenity.




Pada suatu hari di saat hari libur
sekolah, aku menginap di mansion milik duta kerajaan Conscience. Namun sebuah
kejadian tak terduga pun datang.




Ketika aku sedang berlatih menggunakan
alat pendeteksi sihir, alat itu mendeteksi kehadiran iblis dalam jumlah banyak.




Setelah itu, semuanya menjadi
merepotkan.




Dan sekarang di hadapanku adalah
seseorang yang sangat menakjubkan.




Katsuo Haruto, cucu dari sang
pahlawan. Keturunan itu datang dari dunia lain menuju dunia ini demi melihat dunia
yang dilindungi oleh sang pahlawan.




Kekuatannya
sungguh luar biasa, dia mampu menghabisi pasukan iblis yang sangat banyak dalam
waktu singkat dengan mengunakan sihir yang berbeda dari sihir dunia ini.




Dia menyiapkan
makan malam untukku dengan hewan buruannya selama perjalanannya dari tempat
raja iblis.




Jujur saja, aku
masih tidak mempercayai tentang fakta bahwa raja iblis itu berhasil dipojokkan
olehnya. Namun aku harus mempercayainya.




Dia menyuruhku
untuk tidur sementara dia sendiri terus berjaga semalaman.




**********




“Baiklah, aku akan memenuhi
permintaanmu, Haruto.. Kekuatanmu itu akan aku segel.”




Haruto memintaku untuk menyegel
kekuata sihir miliknya. Namun sejujurnya aku sama sekali tidak ingin
menggunakan kekuatan penyegelan milikku. Karena aku sudah menyetujui untuk
memenuhi permintaannnya itu, maka aku harus menyegelnya.




Aku berjalan pelan ke arah Haruto.




“Kalau begitu Haruto.. Perlihatkan
padaku tanganmu.”




“Hm? Ah.. Jadi begitu.”




Haruto dengan cepat mengerti maksudku
dan mengulurkan tangan kanannya padaku.




Kurasakan tangannya yang besar itu
saat aku menyentuhnya.




(Tidak.. Tidak.. Aku tidak boleh
memikirkan hal yang aneh-aneh..)




Aku segera menggelengkan kepalaku.




Untuk memakai sihir ini, aku harus
menyentuh targetku secara langsung dan menanamkan tanda segel pada tubuhnya.
Aku meletakkan tangan kananku di atas punggung tangannya dan mulai fokus
merapalkan mantra.




― Oh [God], sang penguasa.. Cukupkanlah
berkahmu padanya, halangilah kehidupannya dan kutuklah ia, «Judgment Seal»!!!




Cahaya merah mulai muncul di punggung
tangannya dan pola segel pun mulai terbentuk. Sebuah lingkaran berwarna merah
dengan pola mawar di dalamnya mulai terukir.




(Kalu kupikir lagi.. Bukankah pola ini
sama dengan pola yag digunakan Haruto untuk menghancurkan pasukan iblis itu..
Aku penasaran apa hubungannya..)




Setelah pola itu terbentuk dengan
sempurna, aku melepaskan tangannya. Kulihat Haruto sedang menatapi tangannya
dengan kebingungan.




“Apa ada?”




“Tidak.. Hanya saja, apa kau
benar-benar sudah menyegel kekuatanku?”




― Apa yang dia bicarakan? Bukankah
segelnya sudah kupasang dengan sempurna?




“Ya.. Memangnya kenapa?”




Haruto mendesah pelan mendengar
pertanyaanku.




“Hatsumi… Kau hanya menyegel sebgian
kecil dari kekuatan sihirku.”




“APAAA!!!??????”




― Tidak mungkin!!! Segel itu hanya
mampu menyegel sebagian kecil kekuatannya!!? Itu tidak mungkin, karena―




Aku segera menyadari kebodohanku…
Orang yang berdiri di hadapanku ini adalah orang yang mampu menghancurkan
pasukan iblis yang besar dalam waktu singkat, dia juga mampu memojokkan raja
iblis yang mengancam dunia.. Dengan mengetahui hal itu aku harusnya paham kalu
kekuatan sihirnya jauh lebih besar dibandingkan dengan milikku.




Aku menghela napas kemudian berkata
padanya.




“Haruto.. Sepertinya kekuatanmu
terlalu besar untuk kusegel.. Kekuatan sihirku
tidak cukup untuk menyegelnya.”




Ketika mendengar hal itu, Haruto
tersenyum lebar seolah itu adalah hal yang bagus.




“Kalau begitu mudah saja..”




“Ha? Apa maksudmu?”




“Kalau sihirmu lebih kuat dariku maka
kau bisa menyegelnya, ‘kan?”




“Y-Ya.. Itu benar..”




(Apa yang dia rencanakan?)




Haruto mengulurkan tangan kanannya
padaku.




“Ulurkan tanganmu.. Aku akan
memberikan semua mana milikku padamu.”




“A-Apa hal itu mungkin?”




Aku tidak pernah mendengar hal tentang
memberikan kekuatan sihir kepada orang lain.




“Ya..”




Jawab Haruto sambil tersenyum.




Aku segera mereaih tangannya untuk
kedua kalinya.




“Baiklah.. Aku mulai.”




Aku segera merasakan sebuah aliran
mana yang sangat banyak masuk ke dalam tubuhku.




“Hatsumi!! Kendalikan dirimu.. Jangan
sampai dirimu dihancurkan oleh mana yang kuberikan!!!”




Aku mengangguk. Ada beberapa kasus di mana
seseorang kehilangan kendali karena ia tidak bisa mengendalikan kekuatannya
dengan benar.




― Aku harus fokus!!!




**********




10 Menit kemudian.




“Haa..Haa..”




Haruto terjatuh kelelahan setelah
memberikan semua mana miliknya padaku. Aku segera menangkapnya sebelum ia
tergeletak di tanah.




“Apa kau baik-baik saja, Haruto?”




“Y-Ya.. Aku baik-baik saja.. Yang
lebih peting.. Kau harus segera menyegel kekuatanku.”




Haruto langsung memintaku untuk
menyegel kekuatannya sekali lagi.




“Apa kau yakin?”




Saat ini, aku merasakan kekuatan yang
sangat besar di dalam tubuhku.. Dengan ini, aku yakin mampu menyegel
kekuatannya.




“Ya.”




“Aku mengerti..”




Aku mengangguk setuju kemudian
mendudukkan Haruto di tanah.




“Tapi, Haruto.. Untuk menyegel kekuatanmu
sepenuhnya.. Aku harus memasang segel yang lebih besar lagi..”




Dalam kasus Haruto, aku harus
menggunakan sihir yang lebih besar dari «Judgment Seal» yaitu, «God Judgment
Seal»… Sihir puncak penyegelan.




“Aku mengerti..”




Haruto tiba-tiba mulai melepas jubah
hitamnya dan membuka pakaian putihnya.




“A-Apa yang kau lakukan!!?”




Aku langsung panik melihatnya.




“Apa yang kau katakana? Bukankah kau
memerlukan tempat yang lebih untuk segelmu itu? Maka, tanamkanlah pada
punggungku.”




Haruto menunjukkan punggungnya yang
lebar itu padaku.




Aku menyentuh punggung itu dengan
kedua tanganku.




(Jadi ini.. Punggung laki-laki..)




― Ah! Gawat.. Lagi-lagi aku kehilangan
fokus…




Memfokuskan pikiranku pada sihir yang
akan digunakan, aku mulai merapal.




― Oh [God], sang penguasa..
Cukupkanlah berkahmu padanya, halangilah kehidupannya dan kutuklah ia, «God
Judgment Seal»!!!




Cahaya merah itu sekali lagi muncul di
punggung Haruto. Sebuah pola yang sama pun mulai terukir, namun kali ini
terdapat sebuah pola tambahan..




(Ouroboros…)




Gambar Ouroboros muncul diatas pola
mawar itu.




“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”




Haruto berteriak keras saat pola itu
terbentuk. Teriakannya itu membuatku takut sehingga aku secara tidak sadar
memeluknya dengan erat untuk meringankan rasa sakit yang dideritannya.




“Bertahanlah.. Haruto..”




Gumamku sambil terus memeluknya
erat-erat.




Tak lama kemudian kurasakan Haruto
telah pingsan akibat sihir yang kugunakan padanya. Pada awalnya aku merasa
panik, namun melihat wajahnya yang tenang itu membuatku merasa lega.




Setelah itu, dengan malu-malu, aku
segera memakaikan kembali pakaian yang ia lepas pada tubuhnya.




Menatapi Haruto yang pingsan, aku
menyadari suatu hal yang sangat penting.




“Apa yang harus kulakukan?”




Apa yang harus kulakukan dengan Haruto
yang sedang pingsan ini?




Apa aku harus membawanya ke kerajaan
dalam keadaan seperti ini? Atau aku harus menunggunya sadar kemudian pergi
bersama menuju kerajaan?




Setelah berpikir cukup lama, aku
akhirnya memilih pilihan yang pertama.




Menopang tubuhnya dengan melingkarkan
lengan kirinya di bahu, aku segera merapal sihir angin.




― Oh
[Wind], Datang dan berkumpullah.. Penuhi panggilanku dan jadilah kekuatanku, «High Speed»!!!




□□□

0 Response to "I Forgot How To Return Chapter 02 Part 02"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel