I Forgot How To Return Chapter 04 Part 03

Chapter 04 : Royal Academy (Part 03)


Kembali ke beberapa saat yang lalu.

“Sudah kuduga!! Kau adalah........!!!”

“Ijinkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi.”

Fia-sensei yang duduk bersebrangan denganku ini menatapku dengan serius.

“Namaku adalah Fia Zettrica, seorang half elf yang berumur lebih dari 500 tahun. Dan tentu saja, aku pernah bertemu dengan sang pahlawan.”

Sudah kuduga, dengan umur selama itu, Fia-sensei pasti pernah bertemu dengan kakek dan nenek.

“500 tahun yag lalu....”

Fia-sensei menggumankan sesuatu.

“Apa itu?”

Fia-sensei kemudian mulai bercerita.

500 tahun lalu, aku bertemu dengan sang pahlawan. Pada waktu itu, mereka baru saja sampai di wilayah Conscience yang belum menjadi sebuah kerajaan.

★★★

“Haah.. Haah..”

Hari ini aku sedang berburu di hutan dekat rumahku, berbekal dengan sebuah tombak yang kubuat sendiri, aku memasuki hutan untuk berburu hewan untuk persediaan di rumah.

Atau itulah yang kupikirkan....

“Tolong aku!!!”

Saat ini aku sedang dikejar-kejar oleh 20 anjing liar. Mengapa bisa seperti ini? Itu karena tanpa sengaja aku menginjak salah satu ekor mereka saat sedang mengendap-endap mendekati seekor rusa di bawah sebuah pohon.

“Uwaaah!!! Siapa pun tolong aku!!!”

Sambil memegangi tombak, aku berlari melewati pepohonan dengan tergesa-gesa. Staminaku tidak sebesar stamina anjing liar tersebut, entah sampai kapan aku bisa bertahan. Semakin lama kecepatan lariku semakin melemah dan anjing liar itu semakin dekat denganku.

Pada waktu itu....

SLAAASH!!!

Aku mendengar suara dari belakangku, dan ketika melihat ke belakang... Aku melihat sosok mereka.

“Yo! Apa kau baik-baik saja, gadis kecil?”

Seorang laki-laki berambut hitam menggunakan jubah berwarna hitam berdiri di depanku sambil memegang dua pedang lebar di tangannya. Lalu ada seorang perempuan berambut pirang panjang menggunakan jubah putih dengan santainya membunuh para anjing itu dengan pedang lebar yang sama dengan laki-laki itu.

“Y-Ya... Aku baik-baik saja.”

Aku menjawabnya kemudian terjatuh lemas di tanah.

“O-Oi, ada apa!?”

Laki-laki itu terlihat panik.

“Maaf... Aku hanya kehabisan tenaga.”

Aku benar-benar kehabisan tenaga. Setelah berlari hampir 15 menit di tengah hutan, dadaku menjadi terasa sesak dan kakiku sudah sangat gemetaran.

“Oi Shiho!! Kalau kau sudah selesai cepatlah kemari!!”

“Aku mengerti, Shinichi.”

Perempuan yang dipanggil Shiho itu segera mengampiri laki-laki bernama Shinichi yang berada bersamaku.

“Anak ini merasa kelelahan, bisakah kau mengobatinya?”

“Ya.”

Perempuan itu Shiho-san mendekatiku kemudian menyentuhku.

“Uwaah!?”

Tiba-tiba muncul sebuah cahaya menyelimuti diriku.

“I-Ini!?”

Seluruh tubuhku kembali seperti sedia kala, rasa lelah mapun luka yang kuterima menghilang begitu saja seakan-akan hal itu tidak pernah terjadi.

“Apa kau sudah tidak apa-apa?”

“Y-Ya! T-Terima kasih banyak....”

Aku tersenyum membalas kebaikan mereka.

Tapi, siapa sebenarnya mereka? Selain itu darimana mereka datang?

“Namaku Katsuo Shinichi, dan namanya adalah Katsuo Shiho. Kami berdua adalah seorang petualang. Kalau boleh tahu, siapa namamu?”

“Namaku Fia. Fia Zettrica.”

Pada waktu itu, aku sama sekali tidak tahu... Kalau aku telah bertemu dengan orang yang sangat menakjubkan.

Setelah itu, mereka pergi melanjutkan perjalanan mereka.

Waktu terus berlalu dan aku terus melatih kemampuanku di hutan itu agar aku menjadi semakin kuat dan mampu melindungi orang lain seperti mereka.

Pada suatu hari, aku mendengar sebuah kabar bahwa di pulau ini akan didirikan sebuah kerajaan dan orang yang mendirikannya adalah orang yang menyelamatkanku waktu itu.

Para penduduk desa yang mendengar kabar itu, menerimanya dengan senang hati. Jujur saja, waktu itu aku sangat terkejut, kupikir mereka akan menolak bergabung dengan kerajaan milik manusia. Saat kutanyakan alasan mereka menerimanya, ternyata jawabannya sungguh mengejutkan.

Ternyata mereka berdua Shinichi-san dan Shiho-san adalah orang yang benar-benar baik. Mereka selalu memperhatikan dan membantu orang-orang meskipun mereka tidak mengenalnya, dan yang lebih mengejutkan, ternyata mereka cukup sering datang ke desa ini untuk bertemu dengan kepala desa.

Kenapa aku sama sekali tidak menyadari kedatangan mereka!? Padahal kepala desa itu adalah ayahku sendiri!? Dan lagi, mengapa kedua orangtuaku diam akan hal ini, mengapa dia tidak memberitahuku, padahal aku ingin berterima kasih kepada mereka.

Aku segera menemui ayahku dan meminta izin untuk pergi meninggalkan desa menuju Ibukota Kerajaan Conscience.

“Ayah, aku ingin pergi menuju ibukota.”

“Begitukah? Baiklah, aku menginzinkanmu.”

Ayah langsung memperbolehkanku utnuk meninggalkan desa.

“Namun, aku memiliki sebuah permintaan padamu.”

Ayah memberiku sebuah surat.

“Apa ini?”

“Aku ingin kau memberikan surat itu kepada keluarga ibumu, jika kau menemukannya selama perjalananmu.”

“Ibu....”

Ibuku adalah seorang manusia. Ibuku merupakan seorang penyihir terbaik di era saat ini, namun justru karena itulah ia menjadi target banyak kelompok.

Suatu hari, desa diserang oleh sebuah kelompok misterius, ibu berjuang untuk mengusir mereka namun jumlah mereka teralu banyak hingga akhirnya ibu terbunuh.

“Ibu....”

Aku menggumamkan hal itu sambil menerima surat dari ayah.

“Aku mengerti. Aku pasti akan menyampaikan surat ini.”

Aku memasukkan surat itu ke dalam [Item Box] milikku.

“Berhati-hatilah, Fia.”

“Ya. Aku pergi, ayah.”

Ayah mengantar kepergianku dengan senyuman. Di hari itu, petualanganku baru saja di mulai.

**********
Butuh waktu sebulan bagiku untuk bisa mencapai ibukota. Mengapa begitu lama? Itu karena aku terus-menerus berada di jalur sama selama beberapa hari, singkatnya aku tersesat.
Karena ini adalah perjalanan pertamaku dan aku belum pernah keluar dari wilayah tempatku tinggal, aku tidak tahu rute menuju ibukota.
Butuh waktu yang lama sehingga aku menemukan seorang pedagang dari ibukota. Berkat bantuannya aku dapat mencapai ibukota dengan selamat.
Sesampainya di ibukota, aku terkejut ketika mendengar kabar bahwa Sang Ratu sedang mengurung diri di kamarnya.
Aku tidak bisa membayangkan orang yang dulu menyelamatkanku itu bisa menjadi seperti itu. Yah, aku memang belum mengetahui apa-apa tentang mereka sih.
Aku segera memutuskan untuk menemui mereka dan langsung pergi menuju istana kerajaan.
Namun, aku terlalu naif.
Sesampainya di depan gerbang istana, aku di anggap sebagai orang asing dan langsung dimasukkan ke dalam penjara. Aku memang orang asing, tapi apa harus sampai seperti ini!!?
Aku berusaha mati-matian untuk menjelaskan tujuanku datang namun para penjaga tidak mau mendengarkannya.
Menurut para penjaga, sudah banyak orang sepertiku datang ke istana dengan alasan yang sama. Mereka semua mencoba memanfaatkan situasi Sang Ratu saat ini untuk menghasut Sang Raja.
Mendengar penjelasan itu, aku bisa mengerti tentang perlakuan mereka padaku, namun aku tidak bisa terus-menerus seperti ini.
Di hari kedua aku di penjara, akhirnya orang itu menampakkan dirinya.
“Oh, bukankah kau itu... Fia-chan, ya? Sudah lama tidak bertemu,ya....”
Sang Raja, Katsuo Shinichi-san akhirnya datang menemuiku.
□□□


0 Response to "I Forgot How To Return Chapter 04 Part 03"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel