-->
BLANTERWISDOM101

Keizoku wa Maryoku Nari Chapter 19



Chapter 19 : Dungeon Masih Berlanjut

Dari lantai 31, Naga keluar, yang bagian bawah tubuhnya adalah monster ular.
Drop dari Naga adalah pisau yang bagus.

Bos di lantai 35 adalah ular besar basilisk dan aku membunuhnya dengan hati-hati karena aku diberi tahu bahwa serangan racunnya itu luar biasa.
Dropnya adalah batu sihir yang sangat besar.

Dari lantai 36, Cockatrice dan Harpy keluar.
Keduanya dapat terbang karena mereka merupakan monster burung, sehingga sulit untuk melanjutkan dengan efisien.
Sungguh lantai yang sangat merepotkan...

Dan kami tiba di depan ruang bos di lantai 40.
"Rekor tertinggi yang diraih oleh Damian, dia menyerah setelah mengalahkan bos ini dan melanjutkan sedikit." (Kent)
                                                  
“Akhirnya kita sampai di sini...” (Leo)

"Ya. Mulai dari sini, Damian telah mundur, jadi tidak ada informasi.” (Kent)

"Itu benar, tapi mengapa ojii-san tidak melanjutkannya?" (Leo)

"Ya, mungkin tingkat kesulitan di depan sangatlah tinggi." (Kent)

"Benar-benar ada sesuatu yang menyulitkan jika orang selevel ojii-san itu menyerah." (Leo)

"Karena itu, Jangan sampai lengah dalam keadaan apa pun." (Kent)

"Aku mengerti!" (Leo)
Aku sudah terbiasa dengan perkataan yang berbahaya seperti itu.
Menguatkan kembali, dan lakukan yang terbaik!

"Kalau begitu, ayo kita kalahkan bosnya." (Kent)

"Ya." (Leo)


Ketika masuk di dalam,
Ada seekor burung besar di sana.

Segera setelah aku menggunakan <appraisal>.
<Rock Bird Lv.48>
 Physical strength: 5000
 Magic: 3000
 Power: 2880
 Speed: 3300
 Luck: 3
 Attribute: Wind
 Skill:
 Wind Magic Lv.7

Itu cukup kuat dan level sihir anginnya tinggi...
Tetapi dapatkah ini dibunuh secara instan?

Dan pertempuran pun dimulai.

Rock Bird tiba-tiba menerbangkan banyak angin sihir dari tempat-tempat tinggi!

Jii-chan menghindarinya dengan memotong sihir tersebut dengan pedang.
Aku menghindarinya dengan melemparkan <Slash> pada sihir yang mendekat.

Sejak saat itu, Rock Bird hanya menggunakan sihir dan tidak mencoba mendekat.
Karena itu, kita tidak dapat menyerang karena kita sibuk menghindari serangannya...

Dari sana, aku datang dengan ide untuk menerbangkan <Slash> dengan sihir.
Jika menggunakan ini, itu akan merasa serangannya akan mencapainya tanpa kehilangan sihir angin.

Jadi, aku mencoba menerbangkan <Slash> dengan sihir angin menggunakan kekuatan sihir sebanyak mungkin.
Seperti yang kupikirkan, aku memotong aihir dari Rock Bird dan berakhir dengan membelah Rock Bird menjadi dua.

"Entah bagaimana aku berhasil mengalahkannya~" (Leo)
Kali ini akan berbahaya jika aku tidak bisa menambahkan sihir ke <Slash>...
Untung aku bisa mengeluarkannya~

"Kali ini lawan yang cukup sulit ya." (Kent)

"Sihir angin dari atas itu benar-benar curang." (Leo)

"Itu benar, itu akan berbahaya jika Leo tidak mengalahkannya." (Kent)

"Kali ini adalah lawan yang tangguh." (Leo)

"Benar kan? Itu sedikit lebih awal hari ini, tapi kita akan beristirahat untuk besok." (Kent)

"Baik, aku mengerti." (Leo)
Mendirikan tenda dan masuk ke dalam.

Ngomong-ngomong, drop dari Rock Bird itu adalah bulu yang halus.



SIDE: Damian
Di malam ini, aku menuju ke tempat Tuan Putri karena diperintahkan untuk oleh Sang Kaisar.

Akhir-akhir ini, keadaan Tuan Putri begitu gelap sehingga tidak ada yang memberitahu apa yang harus dilakukan, dan ketika bertanya dengan siapa kamu dapat berkonsultasi, namaku pun keluar...
Sang Kaisar yang mendengarnya memintaku untuk berkonsultasi.

Jika Tuan Putri berkonsultasi kepadaku, aku pikir Leo-kun terlibat, tetapi apakah itu perkelahian?

Ketika aku memikirkan hal itu, aku tiba di kamar Tuan Putri.

*Knock Knock*
"Apakah Hime-sama ada? Ini Damian." (Damian)
Setelah beberapa saat, Tuan Putri keluar.

Tuan Putri memiliki wajah gelap yang bisa diterima bahwa semua orang khawatir...
"Kenapa kamu memiliki wajah yang gelap? Mungkin ada sesuatu dengan Leo-kun?" (Damian)

"Ya..." (Shely)

"Untuk saat ini, bisakah anda duduk di kursi di kamar dan berbicara?" (Damian)

"Ya..." (Shely)
Mengatakan itu, Tuan Putri menempatkanku di kamar.

"Jadi, apa terjadi sesuatu dengan Leo-kun?" (Damian)

"Tidak ada panggilan dari Leo." (Shely)
Panggilan.... Kalau tidak salah, barang yang diciptakan oleh Leo yang dapat bercakap-cakap walaupun berada di tempat yang jauh.
Jika Leo-kun tidak menanggapi panggilan...

"Itu tidak seperti Leo-kun... Ngomong-ngomong, berapa lama itu tidak datang?" (Damian)

"Sudah seminggu dan dia sama sekali tidak menanggapi panggilannya." (Shely)

"Mungkinkah ada sesuatu jika sudah selama itu?" (Damian)

"Mungkin saja aku dibenci..." (Shely)

"Anda tidak boleh negatif." (Damia)

"Karena..." (Shely)

"Kalian tidak sedang berkelahi, kan?" (Damian)

"Ya..." (Shely)

"Kalau begitu, aku akan pergi untuk melihat situasi Leo-kun dan mengingatkannya untuk menelpon Hime-sama." (Damian)

"Ya... tolong." (Shely)

"Tanpa diduga, mungkin saja karena pelatihan khusus dari pahlawan dan Sorcerer itu sulit, dia jadi tertidur lho?" (Damian)

"Itu benar... pasti seperti itu." (Shely)
Tuan Putri mengatakan itu kepada dirinya sendiri, dan itu menjadi cukup berbahaya secara mental.
Ini sangat buruk...
Pokoknya, aku harus segera pergi ke tempat Leo-kun.

Beberapa saat kemudian, aku tiba di rumah ayah.

Ketika aku memasuki rumah,
"Ara, bukan ini Damian." (Carina)
Ibu menyambutku.

"Kaa-san, apakah kaa-san tahu di mana Leo-kun berada?" (Damian)

"Kalau Leo, dia pergi bersama dengan jii-san ke dungeon sekarang." (Carina)
Jika itu masalahnya, panggilan pun tidak akan bisa mencapainya.
Bagian dalam dungeon sepenuhnya diblokir dari luar.

"Meski begitu, mengapa tou-san pergi ke Dungeon dengan Leo-kun?" (Damian)

"Karena sudah tidak ada hal lagi yang bisa diajarkan kepada Leo, jadi kami memutuskan untuk melatihnya di dungeon." (Carina)

"Apakah Leo-kun menjadi sangat kuat?" (Damian)
Apa itu artinya bahwa ayah telah kehilangan bahan pengajarannya?

"Ya, itu karena dia melakukannya tanpa melarikan diri dari pelatihan khusus spartan dari jii-san itu." (Carina)

"Yang itu!? Meskipun aku melarikan diri di tengah jalan, itu luar biasa~" (Damian)
Berapa kali aku melarikan diri ya...

"Selain itu, anak itu tumbuh sangat cepat sehingga aku telah menyelesaikan pelatihan khusus yang telah aku rencanakan untuk dilakukan sampai sebelum dia masuk sekolah." (Carina)

"Aku menantikan masa depan Leo-kun..." (Damian)
Dia sudah luar biasa.

"Itu benar." (Carina)

"Ngomong-ngomong, tou-san pergi ke dungeon yang mana?" (Damian)

"Dia bilang akan pergi ke dungeon bawah tanah." (Carina)

"Itu buruk..." (Damian)

"Apanya yang buruk?" (Carina)

"Ya, apakah kamu pikir tou-san bisa melanjutkan sampai lebih dalam?" (Damian)

"Mungkin dia akan melanjutkannya. Dia bilang dia akan keluar setelah menghancurkannya." (Carina)

"Itu bermasalah~" (Damian)
Sungguh buruk.....

"Apa yang berbahaya di bagian dalam dungeon itu?" (Carina)

"Tiba-tiba ada perubahan kesulitan mulai dari lantai ke-41." (Damian)

"Apakah itu sulit bahkan untuk jii-san?" (Carina)

"Jika itu adalah tou-san pada masa kejayaannya, itu mungkin bisa... tetapi dengan kondisi tou-san yang saat ini bersama dengan Leo-kun, aku pikir itu tidak mungkin." (Damian)

"Yah, karena jii-san memperhatikannya dengan baik, jadi dia akan kembali jika dia pikir itu tidak mungkin." (Carina)

"Itu benar, jika itu tou-san, aku tidak perlu khawatir." (Damian)
Ketika aku diberitahu seperti itu, ayah sangat memperhatikan di tempat seperti itu...


Setelah itu, aku kembali ke kastil dan pergi ke Tuan Putri untuk menjelaskan keadaan.

Tapi wajahnya masih gelap.
"Sementara Leo-kun sekarang sedang berusaha keras dalam pelatihan khusus, apakah Hime-sama ingin melakukan pelatihan khusus juga?" (Damian)

"Apa yang harus dilakukan saat pelatihan khusus?" (Shely)

"Itu mudah. Aku akan mengajari anda sihir, jadi ketika Leo kembali, mari kita kagetkan dia dengan memperlihatkan di mana anda bisa menggunakan sihir!” (Damian)

"Itu bagus. Kalau begitu karena telah membuatku khawatir, aku akan memberinya sihir!" (Shely)
Mengatakan itu, wajah Tuan Putri menjadi cerah.

"Kalau begitu, bisakah Anda bertahan dalam pelatihan kerasku?" (Damian)

"Ya!" (Shely)

Kemudian, setiap hari, aku memutuskan untuk mengajarkan sihir kepada Tuan Putri.

Tuan Putri juga bekerja keras untuk pelatihan yang keras.
Ngomong-ngomong, ketika Leo-kun kembali, dia ingin memberinya sihir sebanyak mungkin, untuk alasan itu, tampaknya baik-baik saja walaupun itu sulit.
Berkat itu, pertumbuhan Tuan Putri menjadi cepat.

Ini tidak ada pilihan lain selain menantikan Leo-kun untuk kembali...
Share This :
KaiToranslation

Just a stray translator that usually found on the internet.

1 Comments