BLANTERWISDOM101

Toaru Majutsu no Index - NT 15 Epilog



Epilog : Sisi Depan Depan Koin - Mengunci Gadis Muda

Logam dengan berat menghantam tanah.
Suaranya menyebar selagi Misaka Mikoto berkeliaran di jalan yang gelap.
Anti-Art Attachment sebenarnya adalah beberapa senjata dan sekarang mereka telah melepaskan diri dari tubuhnya karena peran mereka telah selesai.
“Heh heh.”
Dia telah melewati garis itu.
Dia telah menghancurkan bendungan yang menjaganya di dalam kerangka tak terlihat.
Dia bisa merasakannya bahkan jika dia tak memiliki apapun sebagai bukti.
“Ha ha …ah ha ha.”
Jantungnya berdetak-detak.
Napasnya terasa manis.
Dia tak mengerti keseluruhan dari sistem besar itu. Dia masih tak bisa memahami titik kosong itu. Tapi dia sekarang yakin kalau memahami itu akan membawanya ke tingkat selanjutnya sesuai yang dia harapkan. Dia telah berkeliling tanpa arah melalui padang pasir, tapi sekarang dia telah tahu di mana oasis terdekat berada. Harapan semacam itulah yang mengisi dadanya.
“Dunia begitu besar.”
Dia membentangkan kedua lengannya dan memandang menuju surga.
Dia terdengar hampir seperti melafalkan kata-kata.
“Aku bisa melihat kedalaman dari langit malam.”
Berkah dari bintang-bintang menantinya.
Dia bahkan mulai merasa kalau dia tak berasal dari kota sains ini.
“Tak ada penghalang! Kemungkinan tak berujung! Ada begitu banyak! Ada begitu banyak untukku!! Begitu banyak petunjuk untuk diikuti, begitu banyak pijakkan untuk didaki, dan begitu banyak puncak untuk dijadikan tujuan!!”
Begitulah dia bahagia.
Begitulah dia merasa luar biasa.
Begitulah tak ada yang perlu disesali.
…tapi apakah itu sungguh benar?
Dia telah mengambil langkah maju dan tak ada yang bisa disesali tentang itu sekarang, tapi tusukan kecil pikiran itu mengetuk kepribadiannya.
Dia akan segera memiliki banyak bahan untuk membantah, tapi tusukan itu tak peduli.
Sebuah kartu dapat menyebabkan seluruh tumpukkan berjatuhan.
…Jika itu benar, lalu mengapa kau berlari darinya dengan pergi?
Dia tak memiliki jawaban.
Dia tak memiliki jawaban.
Dia tak memiliki jawaban.
“Hey, kau yang di sana!”
Kemudian seseorang memanggilnya dari samping. Suara berat itu kemungkinan berasal dari guru. Dia melihat ke samping untuk menemukan seorang laki-laki muda dengan seragam Anti-Skill. Tak hanya dia adalah seorang gadis yang berkeliaran sendiri di malam hari, tapi juga dia menggunakan seragam dari SMP Tokiwadai yang terkenal akan jam malamnya yang ketat. Itu memungkingkan kalau dia telah terlibat dalam suatu masalah.
Tapi bukan itu yang dia tanyakan.
Petugas Anti-Skill laki-laki terdengar khawatir saat dia berbicara.
“Apa kau tak apa? Hidungmu berdarah snagat buruk, jadi apa kau mengalami sesuatu? Atau itu semacam penyakit?”
Dia sama sekali tak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu.
Itu semacam efek samping.
Misaka Mikoto mengangkat tangan bergetar ke wajahnya dan memiringkan kepalanya dalam kebingunan dari sensasi di ujung jarinya.
Dia terlihat benar, benar kebingungan.

Sementara itu, seorang wanita lebih parah dari mimisan. Seluruh tubuhnya telah terkoyak dan dia berbaring di dalam kolam dorah.
Dia adalah Kihara Yuiitsu.
Tapi itu bahkan tak begitu fatal.
Sesuatu merayap di seluruh tubunya. Itu adalah Sampel Shoggoth. Seperti halnya telah menjahit paksa tangan Kamisato Kakeru, itu menyambungkan potongan-potongan di seluruh tubuhnya.
Dia kehilangan cukup banyak darah, tapi dia bisa mendapatkan transfusi darah atau, jika dia tak sempat mendapatkannya, gunakan intravena dari rebusan larutan garam untuk setidaknya menghindari penurunan tekanan yang terlalu besar. Dalam kondisinya yang sekarang, dia akan sangat beruntung hanya dengan menghindari syok karena kehilangan darah.
“Heh … heh.”
Dia bersandar pada turbin angin dan tertawa meski memiliki luka yang sangat parah.
Dia mengangkat tangan kanannya ke arah bulah, mengepalkannya, dan membukanya lagi.
Dia masih bisa menggerakkanya.
World Rejecter milik Kamisato Kakeru tak meninggalkannya.
“Aku berhasil membuat garis rencana dengan Sampel Shoggoth dan meniru sihir mereka menggunakan virus St. Germain yang dilemahkan.”
Cairan berbau karat tumpah dari sisi mulutnya saat dia tersenyum.
Dia terus tersenyum.
“Tapi itu bukanlah nilai sesungguhnya dari tangan kanan ini. Mereka yang puas setelah mengungkapkan trik yang mudah pasti telah merasa lega dalam kesimpulan mereka kalau tak ada yang lebih lanjut.”
Itu juga berlaku pada seseorang yang kemungkinan melihat pertandingan itu.
Itu adalah, “manusia” yang telah menggunakan Underline-nya untuk mengawasi mereka dari titik amannya.
Ketua Direksi Aleister.
(Memang benar kalau Kamisato Kakeru dalah target pertamaku dalam balas dendam karena mengambil Sensei dariku. Dan terdengar menyenangkan untuk mengambil segalanya darinya, termasuk Kamijou Touma itu yang dia anggap penting.)
Dengan “tapi” dalam mentalnya, dia berganti dari berpikir menjadi berbicara.
“Aleister. Sekarang jika dipikirkan lagi, kau adalah penyebab utama. Jika kau tak memberikan peran itu pada Sensei, mengirimnya pada kematiannya, dan membuatnya menghadapi musuh ganjil yang dikenal sebagai Kamisato Kakeru, tak satupun dari tragedi ini akan terjadi.”
Dia perlahan menurunkan tangan kanannya.
Dia mengangkatnya lurus ke depan ketimbang menuju bulan.
Terdapat bangunan tanpa jendela di sana.
Kihara Yuiitsu memikirkan tentang kemungkinan dari kekuatan World Rejecter di dalam tangan yang dicuri dari Kamisato Kakeru. Senyuman gelap terlipat di bibirnya. Ketua Direksi itu suka bertindak serba tahu dan serba kuat, tapi jika dia benar-benar tahu segalanya, maka dia seharusnya tahu apa yang akan terjadi pada golden retriever. Dia telah mengetahui itu, tapi dia tetap mengirimnya seperti koma sekali pakai untuk suatu “rencana” yang Yuiitsu tak yakin akan keberadaannya.
Apa yang akan Kihara Noukan katakan?
Antara baik dan buruk adalah buruk, dan antara suka dan tidak suka adalah suka.
Tapi Yuiitsu berbeda.
Memilih jalur yang berbeda sangatlah menarik.
Dia merasakan kondisi cukup pasti di sana.
“Hey, Aleister.”
Dia berbicara perlahan, seolah menyanyikan nina bobo.
Namun suara dinginnya berisi resolusi besar, seolah dia berencana untuk membakar rumah ketika anak-anak tertidur.
Iblis pembalas dendam itu tenggelam dalam ciri khas unik romansanya.
Berapa banyak rencana yang harus kau abaikan sebelum yang satu ini?
Sedikit tenaga memasuki tangan kanannya yang terangkat.
Dia bersiap untuk mengaktifkan kekuatannya.
Tapi sebelum dia melakukannya, suatu langkah kaki terdengar dalam jarak dua puluh sentimeter darinya.
“…???!!!”
Bahkan sebegitu terlukanya dia, tak natural baginya untuk tak merasakan seseorang mendekat padanya begitu dekat. Dan dia tak punya waktu untuk pemeriksaan mendetail mengenai kondisinya. Dia memindahkan tangannya dari bangunan tanpa jendela dan menuju suara itu.
Tapi sebelum dia bisa, seseorang menggenggam pergelangannya.
Tangan lain itu menggenggam tengorokkannya dan mengangkatnya.
Dia dipaksa untuk berdiri dan punggungnya dihantam pada turbin angin.
“Kah … ah…!”
Dia tersesak selagi suatu wajah muncul hanya sejauh lima sentimeter darinya.
Itu adalah Ketua Direksi Aleister.
“Manusia” itu terlihat baik seperti pria dan wanita, baik seperti dewasa dan anak-anak, dan baik seperti orang suci dan pendosa. Mata tak beremosinya menatap dalam pada faktor tak terkendali yang merupakan Kihara Yuiitsu.
Dan kemudian dia berbicara.
“Jika kau berharap untuk membunuhmu, maka kau bebas mencoba. Selama kau mencapai tujuanmu, kau dapat mengambil jalan memutar sesukamu. Jika itu keinginanmu, aku akan menghadapimu kapan saja.”
Si pencari balas dendam ini menghormati golden retriever itu dari dalam hatinya.
Tapi di balik itu dia menyembunyikan emosi intens yang membuat identitas itu terlihat dangkal.
Tapi selesaikan pekerjaanmu terlebih dahulu. Selain itu akan terlalu kejam bagi ‘laki-laki itu’ yang kehilangan hidupnya untuk membuatmu bertindak.
Perkataannya bahkan tak mencoba untuk menyembunyikan fakta kalau dia berada di balik semua ini.
“Heh.”
Kihara Yuiitsu tertawa.
Ketawanya tak terkendali bahkan saat dia memiliki tangan di sekitar tenggorokannya.
“Ah ha ha ha ha ha ha!! Ah ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha!! Hee hee!! Gya ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha!!”
“Manusia” dengan rambut perak panjang dan pakaian operasi melepaskan Yuuitsu dan berbicara pelan.
“Tak ada jalan kembali bagiku sekarang, jadi aku mungkin akan berhenti bersembunyi dalam zona amanku.”
“Ya, ya! Gunakan aku sebanyak yang kau mau!! Tapi aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang melukai Sensei. Kamisato Kakeru, rekannya, para Dewa Sihir yang membuatnya spesial, pemuda Kamijou itu yang dia anggap penting, kau sebagai pembuat kota kejam ini, dan seluruh orang yang memutar gerigi dari kota kejam ini selagi menikmati kehidupan mereka!! Setiap dari kalian membuat jalur yang mengirimkan Sensei menuju neraka. Antara baik dan buruk kalian semua baik, dan antara suka dan tak suka kalian semua tak suka!! Selama aku bisa menghapus kalian semua sesusaku, tak ada yang lebih penting!! Ya, aku serius! Ini adalah romansaku sendiri yang Sensei tak akan pernah bisa tiru!!”
“…”
“Jadi kau akan membuatku melakukan apa, hidangan utama?”
Yuiitsu tertawa setelah kembali jatuh ke tanah.
Si Ketua Direksi menjawab dengan ekpresi kosong, tapi itu tak berarti dia kekurangan emosi.
“Kamisato Kakeru adalah ancaman utama dan Misaka Mikoto telah menjadi ancaman baru dengan mengontak Anti-Art Attachment. Dia tak pernah lebih selain menjadi kepingan yang dibutuhkan untuk membangun jaringan untuk Naga, jadi klon-nya lah yang penting, bukan dia. Jika dia akan menghalangi seluruh rencana, maka dia harus dimusnahkan.”
“Tapi dengan kondisi dalam papan permainan, kau tak memiliki waktu untuk menyuruhku menghancurkan mereka satu persatu, kan?”
Aleister menghembus napas perlahan dan menjawab.
“Pilih satu. Aku akan menangani yang lain.”
“Kalau begitu, mereka berdua sudah berakhir,” Kihara Yuiitsu penuh darah menggumam.
Si Dewan Direksi menyipitkan matanya sedikit dan kemudian melihat ke atas di langit malam.
Dan selagi dia melihat ke atas, dia berbicara.
Kaupikir apa yang sedang kau lihat, kau jalang? Apa kau ingin aku mengutukmu hingga mati saat ini juga?
“Hm.”
Laura Stuart berbicara pada dirinya sendiri di bagian lain dunia.
“Itu memastikannya.”

Pikiran Kamisato Kakeru samar-samar.
Dia lebih merasa panas di tangan kanannya ketimbang sakit. Dia juga merasakan tekanan aneh. Dia memutar pandangan kaburnya ke arah itu dan menemukan itu telah diikat paksa dengan kain atau pita. Dia tampaknya sedang berbaring di ranjang pemeriksaan dalam UKS yang disinari bulan. Darah berserakan di sana sini dan ruangannya terasa jauh dari kata damai.
“Ha … ha…”
Dia sangat membenci Worl Rejecter itu dan sekarang telah menghilang.
Seluruh tangannya terputus dan seorang wanita bernama Kihara Yuiitsu mengambilnya.
“Uuh!!”
Dia merasakan bagian terdalam pikirannya sedang diputar oleh keputusasaan yang menguasai dirinya.
Dia tak menginginkan kekuatan itu.
Dia merasa lega saat itu tiada.
Tapi…
Gadis-gadis dari Faksi Kamisato berkumpul di sekitarnya demi keuntungan mereka sendiri, tapi bagaimana jika itu sebenarnya akibat dari tangan kanannya? Sekarang tangan kanan itu telah berpindah pada orang lain, gadis-gadis itu mungkin akan meninggalkannya juga.
Itu sendiri adalah hal yang bagus.
Tujuan awalnya adalah untuk menghancurkan kategori aneh yang disebut sebagai Faksi Kamisato sehingga gadis-gadis itu akan kembali menjadi orang asing yang memiliki kebebasan mereka sendiri.
Namun…
Masalahnya adalah kemungkinan dari pengguna selanjutnya menggunakan mereka sesuka hatinya.
Bagaimana jika Ellen, Elza, dan gadis-gadis yang lain mendapatkan kepercayaan buta yang sama pada Kihara Yuiitsu yang membuat mereka berkumpul di sekitar dirinya? Bagaimana jika mereka yang memiliki kekuatan tak biasa seperti Claire dan Salome mempertahankan kesediaan mereka untuk melakukan apapun demi “si pemilik dari tangan kanan itu”?
Mereka berkata sendri bahwa mereka bersedia untuk melempar beberapa tubuh di pegunungan hanya untuknya.
Itu terdengar seperti gurauan, tapi dia tak bisa percaya kalau itu hanyalah bercanda. Jika seseorang tanpa kendali diri telah mendapat tangan kanan itu, maka semuanya telah berakhir. Siapa yang tahu berapa banyak kejahatan yang gadis-gadis itu lakukan sebelum kembali sadar?
(Aku harus…)
Dia menggertakkan giginya selagi terlau lemas untuk berdiri karena kehilangan darah.
(Aku harus … melakukan seseuatu…)
Tapi apa yang bisa dia lakukan sekarang saat dia sudah kehilangan World Rejecter. Dia adalah jenis pemuda SMA normal yang bisa ditemukan di mana saja. Dia sangat paham akan itu. Dia bukanlah seorang jenius dengan IQ 200 dan bukanlah seorang ahli beladiri yang bisa membunuh beruang dengan tangan kosong. Dia tak memiliki kesempatan untuk melawan Claire atau Salome, tak perlu dibilang lagi Kihara Yuiitsu yang memiliki begitu banyak kekuatan ganjil.
Dia merasakan gelap, keputusaasaan yang gelap.
Dan seolah menendangnya saat dia terpuruk, dia mendengar suara pelan.
Iya.
Itu adalah langkah kaki.
“Hee?!”
Saat baru saja dia mengumpulkan tenaganya, dia berguling turun dari ranjang pemeriksaan. Tapi dia tak punya waktu untuk menangis akan sakit di punggung dan panggulnya.
Dia melihat wajah yang familiar berada di dalam UKS.
Tidak, melihat beberapa wajah familiar.
Dengan sinar bulan yang terpantul di mata mereka, gadis-gadis mulai berkumpul mendekat di sekitarnya sekarang saat dia telah bangun.
Hanya sehari sebelumnya, kumpulan ini tak berarti apa-apa.
Tapi di saat ini, Kamisato kekurangan tangan kanannya.
Kihara Yuiitsu telah mencurinya. Dia memiliki kendali atas tangan kanan yang membentuk harem konyol itu, jadi keadaan sangatlah jelas kalau mereka berada di sini untuk melakukan sesuatu baginya.
Dengan kata lain, untuk menghabisi musuh.
Mereka akan membunuh Kamisato Kakeru dengan senyum di wajah, mengotori tangan mereka, dan berlari pada Yuiitsu, berharap akan pujian.
“*terengah*, *engah*!!”
Tak bisa bangun secara secara semestinya, dia berusaha untuk bergeser mundur dengan posisi duduknya. Itu sangat sulit tanpa tangannya, tapi ini bukan saatnya untuk mengkhawatirkan itu. Dia hanya bisa mehanan keras ke lantai dan berusaha untuk bergerak sejauh yang dia bisa.
Ini tentu saja usaha yang sia-sia.
Lingkaran itu mengecil.
Dia terjebak.
Akhirnya, seseorang yang tampaknya telah berubah bentuk sepenuhnya berbicara dari dalam sinar bulan.
Apa kau tak apa, boss?! Aku senang akhirnya kau bangun!!
Itu adalah Elza
Rambut coklatnya dengan potongan jambul yang terlihat seperti telinga rubah. Botol plastik di tangannya terisi oleh koin-koin sepuluh yen. Dia adalah gadis berandalan blak-blakan, tapi dia sebenarnya sangat mahir dalam pekerjaan rumah tapi tak ingin seorangpun tahu. Di berdiri di sana seperti biasa.
“Eh? Ah?”
Dia tak terlihat seperti sedang berada di bawah kendali Kihara Yuiitsu.
Malah…
“Aku ketakutan semenjak Claire tak sadarkan diri dari pertarungan sebelumnya. Tapi aku sudah mengikat lukamu dan memberikannya banyak larutan garam, jadi kau seharusnya kembali ke kondisi stabil karena kau sudah bangun.”
“Ellen…???”
“Hm? Ada apa?”
Tapi mengapa?
Sebelum dia bisa menanyakan itu, si gadis berambut panjang dengan jas lab kebesaran berkata seseuatu.
Apa yang aneh dari kami melakukan segala yang kami bisa untukmu, Kamisato-han?
“…”
“Ayolah, mengapa kau bertingkah begitu kaku setelah banyak hal yang kita lalui bersama? Bukankah kami telah bilang padau kalau kami akan melakukan apapun untukmu, bos?”
“………………………………………………………………………………………………….”
Dia tak bisa berkata apa-apa.
“H-hey. Ada apa, bos? Kenapa kau menutup wajahmu seperti itu? Apakah lukamu masih terasa sakit? Sialan, seandainya saja mereka punya anestesi khusus di sini. Yang hanya bisa kita lakukan adalah untuk mendinginkan area luka untuk mengurangi rasa sakit.”
“Dia mungkin lebih syok akan kehilangan tangan dominannya. Kau itu selalu payah dalam memahami hati orang-orang, Elza.”
Lingkar gadis-gadis yang biasanya berada di sana.
Mereka semua telah menerima Kamisato Kakeru itu sendiri, bukanlah World Rejecter.
Dia punya tempat di sini.
Pemuda dengan tangan kanan yang lain pernah sekali berkata kalau orang-orang tak ditentukan oleh tangan kanan mereka. Dia berkata kalau orang-orang itu sendirilah yang memanggil kekuatan tangan kanan mereka. Dia berkata kalau Kamisato memiliki begitu banyak orang di sekitarnya karena semua orang itu mengaguminya.
Kamisato tak dapat mempercayai itu.
Pemuda SMA biasa itu tak memiliki apa yang dia butuhkan untuk dapat dipercaya.
Tapi…
Tapi…
Tapi…
(Ya…)
Pemuda lemah itu menutup wajahnya dengan satu tangan dan satu pergelangan untuk dengan putus asa menahan isak tangisnya sembari dia membuat resolusi baru.
(Ya, ya!! Aku sudah membuat keputusanku sejak awal, bukan? Tak peduli apa yang terjadi pada mereka dan tak peduli mereka dalam pengaruh apa, aku tak akan pernah mengabaikan mereka. Aku akan mengembalikan mereka pada kehidupan normal mereka!!)
World Rejecter.
Kekuatan diberikan kepadanya karena dia mengejar suatu ideal tak berada.
Tapi jawabannya sudah berada di depan matanya selama ini. Dia tak perlu melakukan apa-apa sama sekali. Jika mereka semua hanya perlu kembali ke lokasi awal mereka, itu akan menyelesaikan semuanya.
Iya, tiap-tiap dari mereka.
Termasuk Kamisato Kaekru.
“Ellen, Elza.”
“Ada apa?”
“Kau kau menginginkan sesuatu, bos?”
Dia tertawa kecil saat mereka menjawabnya seperti sedang merawat anak kecil yang terkena demam.
(Apa aku mengingikan sesuatu, hm?)
Dia berfokus pada itu lagi lalu berbicara.
“Berapa lama bagi Claire untuk pulih?”
“Dia seharusnya sedang bekerja untuk menyambungkan tubuh bagian atas ke tubuh bagian bawahnya sekarang.”
“Tapi jika kau mengatakan butuh sesuatu, bos, aku yakin dia akan datang berlari. Jika dia ingin, dia bisa bergerak hanya dengan tubuh atasnya. Malah, aku bertaruh dia bisa melompat hanya dengan kepala dalam keadaan genting.”
Kamisato mendesah.
Pikirannya berpindah pada tangan kanannya yang hilang.
“Tangan yang Kihara Yuiitsu potong dari dirinya sendiri seharunya masih ada di halaman sekolah. Pergi ambil itu. Aku akan menggunakannya sebagai tangan pengganti untuk sementara. Jika Claire menyambungkannya, aku seharusnya bisa menggunakanya dengan semestinya.”
Tentu saja ada masalah kecocokan seperti halnya transplantasi organ, tapi karena Kihara Yuiitsu telah mencuri tangannya dan menyambungkannya pada dirinya sendiri, Kamisato ragu kalau ada masalah dengan itu. Dan seandainya memang ada, dia bisa membuat salah satu dari gadis-gadis itu menemukan solusi menggunakan suatu teknik kotor mereka.
(Aku ragu World Rejecter akan kembali kalau aku hanya berdiam diri.)
Imagine Breaker mengutamakan Kamijou Touma sebagai pemiliknya bahkan jika tangannya dicuri, tapi entah World Rejecter tak memiliki kemampuan itu atau Kihara Yuiitsu menjaganya bekerja dengan benar dengan menggunakan suatu trik.
Itu artinya dia tak akan pernah mendapatkannya kembali jika dia tak bertindak.
Dia harus memotong tangan kanan yang dicuri oleh Yuiitsu dan mengambilnya kembali.
“…”
Dia sekarang mencari tangan kanan yang sangat dia benci itu.
Dia paham akan ironinya, tapi dia tetap berpikir diam pada dirinya sendiri.
(Tak masalah jika aku memilki keinginan yang bertentangan. Aku tak peduli jika aku berkahir membunuh diriku sendiri sesaat aku mendapatkan kekuatan itu kembali. Kihara Yuiitsu. Aku tak bisa membiarkan dia menyalahgunakan tangan kananku. Aku harus mengambilnya kembali sebelum itu terjadi. Jika aku ingin mengembalikan hari-hari biasa itu, aku harus mengakhiri tragedi ini!!)
Kamisato menghembuskan napas perlahan dan kemudian berdiri di atas kedua kakinya sendiri.
“Ikuti aku, semuanaya. Mari selesaikan semua ini.”

Dan akhirnya, satu kesimpulan yang berlebihan.
Itu sungguh suatu kesimpulan yang kecil dan tak penting.
“Pagi, Kami-yan. Pergi menuju ke sekolah baru sungguh mengubah kapan kau harus berangkat saat pagi, bukan? Aku selalu berangkat lebih awal karena aku takut aku akan telat, tapi kemudian aku sampai di sini terlalu pagi.”
“Itu tak begitu penting, tapi apa yang terjadi pada suasana yang tegang tak karuan ini?"
“Yah, begitu kami menenangkan diri dan memikirkannya lagi, kami tak tahu mengapa kami begitu terobsesi untuk membakar majalah porno, boneka, dan bantal guling di sekolah semalam.”
“Jadi kalian idiot telah mendapat pencerahan, kah?”
“Dan juga…”
“Ya?”
“Kita seharusnya segera menyadari kalau kau tak akan pernah begitu keras untuk menghentikan kami jika itu bukan demi kebaikan kami sendiri."
Keseharian itu merupakan pemulihan kecil.
Tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.
Share This :
KaiToranslation

Just a stray translator that usually found on the internet.

0 Comments