BLANTERWISDOM101

Keizoku wa Maryoku Nari Chapter 21



Chapter 20 : Dungeon Clear…

"Jii-chan!!" (Leo)

Aku bergegas menuju ke Jii-chan.
"Sebenarnya... Jika kamu menggunakan <Breakthrough>, kamu bisa menjadi lebih kuat untuk sementara waktu, tetapi itu akan membebani tubuhmu." (Kent)
Jii-chan berbicara dengan suara pelan yang tidak terpikirkan seperti biasanya...

"Itu baik-baik saja kan?" (Leo)
Aku mendengarkan dengan ketakutan.

"Aku pikir tidak apa-apa ketika aku masih muda… Tapi sepertinya itu tidak baik pada usia ini.” (Kent)

Eh? Apa maksudnya itu tidak baik?
Untuk saat ini aku mencoba untuk menggunakan <Appraisal> pada Jii-chan.

 Kent Forster Lv.164

 Age: 59
 Tribe: Human
 Occupation: Former Hero
 Condition: Aging

 Physical strength: 0/12630
 Magic: 80/970

 Force: 5080 → 60
 Speed: 4090 → 80
 Luck: 140
 Attribute: None
 Skill
 Non-Attribute Magic Lv.MAX, Swordmanship Lv.MAX,
 Sword Technique Lv.MAX, Magical Operation Lv.4,
 Space Storage, Limit Breakthrough

 Title
 A person from different world,
 Demon Lord’s Dungeon Trails,
 Hero

Kekuatan fisiknya menjadi 0....

"Jii-chan... kamu tidak akan mati kan!?" (Leo)
Aku memeluk bahu Jii-chan dan berteriak.

Namun.....
“Leo... kamu sudah menjadi lebih kuat... melebihiku... Karena itu mulai sekarang jangan khawatir tentang pandangan disekitarmu, hiduplah dengan percaya diri…” (Kent)
Mengatakan itu, Jii-chan menutup matanya...

"Jii-chan!!" (Leo)
Aku mengguncang Jii-chan dengan seluruh kekuatanku.

Namun, sudah tidak ada respon sama sekali...
Ketika aku melakukan <Appraisal> pada Jii-chan sekali lagi,

 Kent Forster Lv.164

 Age: 59
 Tribe: Human
 Occupation: Former Hero
 Condition: Dead

 Physical strength: 0/12630
 Magic: 0/970

 Force: 5080 → 0
 Speed: 4090 → 0
 Luck: 140
 Attribute: None
 Skill
 Non-Attribute Magic Lv.MAX, Swordmanship Lv.MAX,
 Sword Technique Lv.MAX, Magical Operation Lv.4,
 Space Storage, Limit Breakthrough

 Title
 A person from different world,
 Demon Lord’s Dungeon Trails,
 Hero

Kondisinya sudah meninggal.....

"Dia benar-benar meninggal..." (Leo)
Aku merasakannya ketika aku melakukan <Appraisal> ... Tapi, aku masih tidak dapat mempercayainya.

Andai saja si brengsek itu tidak ada...
Berpikir begitu, ketika aku melihat mayat Mad Demon, mayat Demon itu bersinar dan Dropnya keluar.
Drop ari Demon itu adalah sebuah cincin.

Ketika aku melakukan <Appraisal> padanya...

<Devil's Ring>
 It becomes difficult to become abnormal.
 Doubles attacks on demon monsters.

Seperti yang diharapkan dari Drop si Bos Terakhir.
Meski tanpa dimodifikasi, i ni adalah kemampuan yang hebat.

"Aku akan mencoba untuk selalu memakainya..." (Leo)
Aku harus memakainya agar tidak melupakan kejadian hari ini...
Lalu, ketika aku melihat sekeliling, ada satu pintu lain selain pintu masuk.

"Untuk saat ini aku tidak punya pilihan selain pergi..." (Leo)
Tidak ada cara lain untuk memikirkannya di sini... Sekarang mari kita berpikir tentang pulang.
Berpikir begitu, Sambil menggendong Jii-chan, aku membuka pintu dan meninggalkan ruangan bos...


Selamat.
Sebuah pengumuman terdengar segera setelah aku meninggalkan ruangan bos.

Kamu adalah penakluk pertama dari para penantang Dungeon of Trial ini.

"Trial?" (Leo)

Aku akan memberimu Skill <Transfer>.

Dan sekarang, tepat sebelum tempatmu sekarang, kamu bisa pergi ke tingkat lanjutan dengan menginjak lingkaran sihir.
Diberitahu seperti itu, ketika aku melihat sekeliling ruangan, ada satu lingkaran sihir besar tergambar di tanah.

"Itu bohong kan? Ini masih belum mencapai tujuan…” (Leo)

Kamu bebas untuk menantangnya. Jika kamu menantangnya setelah kembali ke rumah, silakan transfer ke sini atau menyelesaikan tingkat pemula dan menantangnya lagi.

Pengumumannya sudah berakhir.

"Untuk saat ini ayo kita pulang." (Leo)
Menantangnya sekarang adalah keluar dari pertanyaan.
Untuk saat ini aku ingin pulang ke rumah.

"Ngomong-ngomong, sepertinya aku bisa melakukan <transfer>, tapi bagaimana melakukannya?" (Leo)

(Saya pikir jika anda membayangkan tempat yang ingin anda ingin tuju, itu akan bekerja.)

"Eh?" (Leo)

(Maaf telah mengejutkan anda. Saya kacamata anda.)

Kalau dipikir-pikir, aku masih memakai kacamata.
"Bukan itu, kacamata macam apa yang sudah kubuat?" (Leo)
Apakah dia dapat memiliki percakapan secara normal?

<Universal Assist Goggles>
 It supports various things to the owner,
 There are many things it can do, so ask directly.
 Creator: Leonce Forster

Isi dari <Appraisal> sangat berantakan.....
Bukankah itu akan jelas jika kamu bertanya langsung?

"Halo, Googles-san?" (Leo)

(Tolong panggil saya Anna) (Anna)

"Kamu mempunyai nama... Anna, apa yang bisa kamu lakukan?" (Leo)

(Dengan dukungan anda, saya dapat melakukan segalanya mulai dari arahan hingga analisis kelemahan musuh.) (Anna)

"Kamu bisa mengetahui kelemahan musuh?" (Leo)

(Ya, namun saya tidak akan mengatakan apa-apa tentang musuh yang lebih lemah dari Leo-sama) (Anna)

"Terimakasih untuk itu. Ngomong-ngomong, aku bisa men-<transfer> dari sini ke luar kan?” (Leo)

(Ya, jika anda pernah ke sana sekali.) (Anna)

"Jadi begitu. Kalau begitu, mari kita coba untuk <transfer>..." (Leo)
Mengatakan itu dan membayangkan ke mana kamu ingin pergi.

Kemudian, tempat itu berubah dalam sekejap dan keluar di depan pintu masuk dungeon.

Ada banyak petualang di pintu masuk dungeon.
"A-Apakah kamu yang menaklukan dungeon ini?"

"Eh? Ya." (Leo)

"Pada usia ini ya? Lalu, siapa yang kamu bawa?"

"Ini Jii-chan." (Leo)

"B-Begitu ya, itu pasti sangat sulit."
Pria dengan nada yang kuat sampai sekarang, saat mengetahui bahwa yang meninggal adalah kakeknya berubah menjadi nada yang lembut.

"Minggir, minggir!"
Seorang pria keluar dari kerumunan.

"Ah, Guild Master!"
Ooh, orang ini adalah Guild Master, ya...

"Oh, Lutz. Aku mendengar bahwa dungeon itu telah dilaklukkan, apakah itu benar?"

"Kelihatannya seperti itu. Anak ini kelihatannya adalah si penakluk itu." (Lutz)

"Kau bohong, kan?"
Dia melihat wajahku dan wajahnya mengatakan bahwa dia tidak mempercayainya.

"Itu bukan kebohongan. Karena anak ini telah melakukan <transfer> sejak pengumuman di dungeon." (Lutz)

"Kalau begitu maka itu benar..... Ngomong-ngomong kamu siapa?"

"Aku?" (Leo)

"Ada orang selain kamu ya... Tunggu, bukankah yang kamu bawa di punggungmu itu adalah Tuan Pahlawan!?"

"Orang ini adalah pahlawan?" (Lutz)

"Itu benar. Dia sudah tua dan sulit untuk dipahami, tetapi orang ini jelas adalah pahlawan."

"Itu berarti... Anak ini adalah cucu dari pahlawan ya?" (Lutz)

"Benarkah?"

"Ya, karena Jii-chan sudah membicarakan tentang perihal pahlawan barusan." (Leo)

"Begitu ya, Bisakah kamu memberitahuku namamu, meskipun itu sulit?"

"Aku Leonce Forster, tolong panggil aku Leo." (Leo)

"Aku mengerti. Kalau begitu, benarkah kamu menaklukkan dungeon itu?"

"Ya. Tapi, itu benar-benar mustahil tanpa adanya Jii-chan..." (Leo)

“Itu pasti sangat sulit. Lalu, apakah kamu memiliki buktinya?"

"Ini." (Leo)
Mengulurkan tangan kepada Guild Master dan menunjukkan cincinnya.

“Cincin ini luar biasa. Bagaimana kamu mendapatkannya?"

"Kamu bisa mendapatkannya dengan mengalahkan bos lantai 50." (Leo)

"Begitu ya. Lalu, mengapa dungeon tidak runtuh meskipun sudah ada pengumuman?"

"Apakah biasanya mereka seperti itu?" (Leo)

"Ya, karena dungeon itu mati."

"Begitu ya. Lalu, aku tahu apa alasannya." (Leo)

"A-Apa alasannya?"

"Itu mudah. Masih ada lanjutannya di dungeon ini." (Leo)

"A-Apa maksudnya!? Kamu menaklukkannya, kan?"

"Aku melakukannya. Tapi ada pintu masuk menuju dungeon baru lagi." (Leo)

"Apa kamu serius? Meski kamu telah meleyesaikannya, masih ada lanjutannya?"
Wajah Lutz-san mengatakan seperti..... ‘Beri aku istirahat.’.

"Tenanglah. Ini adalah penemuan baru. Kita harus segera melaporkannya kepada Yang Mulia Kaisar!"

"Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang, nak?"

"Aku akan pulang ke rumah." (Leo)

"Begitu ya."

"Kamu akan pulang, ya. Jika demikian, para penakluk dungeon akan menerima penghargaan dari Sang Kaisar, jadi tetaplah di rumah untuk sementara waktu."
Penghargaan? Kamu akan mendapatkan hal seperti itu?

"A-Aku mengerti." (Leo)
Aku menggunakan <Transfer>.


(Ini adalah di luar kota ya. Mengapa kamu tidak segera pulang ke rumah?) (Anna)

Anna, yang kukenakan di leher, mengajukan pertanyaan.
Sepertinya, kamu bisa membuat panggilan tanpa perlu mengenakan Anna dengan benar...


"Kuda milik Jii-chan seharusnya ada di sekitar sini." (Leo)
Mengatakan itu, aku mencari apakah ada kuda terdekat.

Lalu, aku melihat seekor kuda mendekat di kejauhan.
I-Itu kuda favorit Jii-chan!

Dan kuda milik Jii-chan menjerit sedih ketika dia melihatku menggendong Jii-chan.

"Maafkan aku. Aku membiarkan Jii-chan meninggal. Jika saja aku bisa menggunakan sihir penciptaan sedikit lebih cepat," (Leo)
Air mataku keluar ketika aku meminta maaf kepada kuda itu...

Kemudian, setelah menangis sebentar, aku melakukan <transfer> ke rumah...
Share This :
KaiToranslation

Just a stray translator that usually found on the internet.

0 Comments