BLANTERWISDOM101

The World’s Best Assassin LN Volume 01 Prolog



PROLOG

Aku duduk dengan nyaman pada kursi di pesawat penumpang.

Aku telah menyelesaikan pekerjaanku di luar negeri dan sedang dalam perjalanan kembali ke Jepang.

Sesuatu seperti seorang pembunuh itu hanya ada dalam fiksi.

Itu menjadi sebuah akal sehat untuk sebagian besar orang.

Tetapi aku ingin anda berpikir dengan tenang.

Tidak ada metode yang lebih efisien dan lebih cepat untuk menghilangkan musuh daripada membunuh, dan ada banyak musuh yang ingin dihilangkan oleh mereka yang memiliki uang dan kekuasaan.

Jika ada permintaan, maka akan ada persediaan... Muncullah seorang pembunuh seperti diriku.

"Pekerjaan terakhir juga selesai seperti biasa."

Aku juga akan pensiun dari pekerjaan pembunuh hari ini.

Aku disebut sebagai pembunuh terbaik di dunia, dan sebagaimana seorang presiden dari suatu negara telah “Meninggal karena penyakit”, aku juga tidak bisa mengalahkan usia tua.

Pekerjaanku selanjutnya juga sudah diputuskan.

Aku akan menjadi seorang guru di sebuah fasilitas yang telah mempelajari teknik yang diperlukan untuk seorang pembunuh.

Mendidik seorang pembunuh membutuhkan keterampilan yang sangat maju dan terspesialisasi.

Namun tidak ada sumber daya manusia yang demikian.

Mulai sekarang, aku akan membesarkan anak-anak berbakat dan membuatnya menjadi pembunuh sepertiku.

Namun sayangnya, sepertinya cerita itu hanya untuk membuat diriku lengah.

Pesawat penumpang bergetar hebat karena ledakan, dan ketinggiannya menurun.

"Aku mengerti bahwa kalian akan membuang alat yang sudah digunakan untuk tujuan penyegelan, tapi kalian melakukannya sampai sejauh ini hanya untuk membunuh satu orang ya...... Sepertinya mereka memang sudah mengevaluasinya seperti itu."

Sekali lagi, aku pikir aku sudah tua. Karena itu aku tidak dapat memprediksi situasi seperti ini.

Aku berdiri, menerobos para kru yang panik, dan berlalri menuju asal suara.

Meretas pintu kokpit dan mendorong masuk... Ada seseorang yang menghalangiku untuk datang ke sini, tetapi aku membuatnya ter tidur.

Di dalam kokpit, kepala milik pilot dan co-pilot telah meledak.

Jika hanya seperti itu maka masih baik-baik saja.

Seorang pembunuh dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan. Kamu setidaknya harus dapat memanuver sebuah pesawat penumpang.

…… Ini cerita jika konsolnya tidak meledak dengan kapten dan kepala co-pilot.

"Aku sudah mengakhiri nyawa banyak orang sampai sekarang. Kupikir giliranku akan datang suatu hari nanti, tapi tak kusangka aku akan disiapkan makam yang indah seperti ini."

 Aku menutup mataku.

Dalam situasi apa pun, lakukanlah yang terbaik bahkan jika peluang untuk bertahan hidup adalah 0,01%. Itulah kebijakannya.

Aku mengerahkan semua jenis pengalaman dan pengetahuan yang kumiliki untuk menemukan langkah yang terbaik.

...... Ada hal yang bisa kulakukan. Sulit untuk menyelamatkan pesawat penumpang, tetapi itu mungkin bagiku untuk bertahan hidup sendirian.

“Ini lebih cepat dari yang kubayangkan ya. Mereka benar-benar membuat pengaturan yang diperlukan ya...  Ini sudah berakhir.”

Di luar jendala, sebuah jet tempur yang penuh dengan rudal sedang mendekat.

Saat ini jet itu sedang terbang di atas kota.

Jika tetap seperti ini, pesawat penumpang akan menabrak kota dan akan menyebabkan kerusakan yang besar. Sebelum itu terjadi, pesawat ini harus hancur terlebih dahulu.

Perhitungannya seharusnya memiliki waktu yang cukup sampai benda itu tiba, tetapi tampaknya hal itu berbalik dari belakang.

Sebuah rudal diluncurkan.

Sangat disesalkan, jika itu hanya terjatuh, masih ada kesempatan untuk selamat.

Rudal udara-ke-udara, AIM-92. Pesawat penumpang seperti ini bahkan tidak akan memiliki puing-puing yang tersisa.

...... Sungguh menjengkelkan.

Sebagai alat organisasi, aku dikhianati meskipun aku telah membunuh emosiku dan hanya memenuhi perintah dengan setia.

Jika aku diperintahkan untuk mati, aku bahkan cukup loyal untuk memenuhi misi itu.

Dengan kesetiaanku yang terinjak-injak itu, untuk pertama kalinya aku memiliki keraguan tentang organisasi dan hidupku.

Jika aku memiliki kehidupan berikutnya, ayo hidup untuk diriku sendiri, bukan sebagai alat orang lain.

Jika aku menggunakan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman ini untuk diriku sendiri, pasti...

Sambil berharap seperti itu, aku terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk bertahan hingga detik terakhir.






Ketika aku membuka mata, terdapat sebuah kuil.

Jika kamu harus mengatakannya, itu menyerupai Parthenon. Sebuah batu candi putih tua.

Aku tidak mungkin dapat selamat dalam situasi itu. Apakah ang barusan itu mimpi?

"Tidak, itu salah. Kejadian yang terjadi hinga sekarang adalah kenyataan. Kamu adalah pembunuh terbaik di dunia, tetapi konyolnya kamu sendiri juga dibunuh. Pu, kusukusu."

Seorang wanita dengan rambut putih, juga mengenakan gaun putih dengan hiasan kepala, sedang tersenyum. Tidak, bukan hanya rambut dan pakaiannya, kulitnya, pupil matanya, semuanya berwarna putih dan semuanya sangatlah indah.

Dia terlalu sempurna karena setiap bagian darinya dibuat berdasarkan dengan rasio emas, sebuah keberadaan yang menyimpang dari manusia.

Meski begitu, tidakkah kau berpikir bahwa nada yang terang-terangannya itu merusak semua ini?

"... Hum, bisakah anda menjelaskan semuanya?"

"Aku memanggil jiwamu yang telah mati. Ngomong-ngomong, aku adalah seorang dewi. Ahem."

"Apakah Dewi itu kadang-kadang memanggil orang mati dan mengobrol satu sama lain? Mengingat jumlah orang yang mati, apakah dewa itu sebanyak jumlah bintang atau mungkin sedang memiliki waktu luang? … Atau mungkin, apakah ada arti khusus untuk memanggilku?"

“Hal yang terakhir itu tepat. Biasanya, kami akan segara memutihkan jiwa yang bernoda dengan cepat sehingga dapat didaur ulang. Karena kami juga tidak memiliki waktu luang."

Sejak awal, aku telah mencoba untuk mengkonfirmasi keaslian dari gerakan otot wajah sang dewi, intonasi suara, keringat, dan sebagainya. Namun, itu terlalu alami untuk menjadi tidak wajar, rasanya dia bertingkah seolah-olah mengetahui poin yang sedang coba kubaca, aku merasakan perasaan yang tidak nyaman.

Aku juga dapat melakukan hal serupa, tetapi tidak dapat sempurna sampai sejauh ini. Ini adalah area yang mustahil bagi manusia.

Fakta itu setidaknya membuatku yakin bahwa sosok di depanku ini bukanlah manusia.

"Kalau begitu, beri tahu aku alasan mengapa anda memanggilku."

"Kamu sangat cerdas ya. Kamu memiliki pilihan. Jiwamu diputihkan dan dilahirkan kembali sebagai orang asing. Atau, menerima permintaanku, sebagai gantinya, aku akan meninggalkan pengetahuan dan pengalaman milikmu untuk bereinkarnasi ke dunia lain."

Jika pilihan yang pertama, itu bukanlah diriku lagi, tetapi orang lain.

Dalam pilihan yang terakhir, itu memiliki makna yang mirip dengan kelanjutan dari kehidupan ini dalam arti tertentu. Ini adalah kondisi yang menarik.

Aku telah hidup sebagai alat untuk membunuh orang, pada akhirnya, aku kehilangan nyawaku karena dikhianati oleh pemilikku, dan sampai saat yang terakhir pun aku menyesalinya. Aku bisa mengulangi hal itu.

Meskipun, mengingat alasan mengapa diriku memilih, isi dari permintaannya adalah satu. Sesuatu tidak terlalu kuinginkan.

"Langsung saja ke pembicaraan tentang permintaan itu, siapa yang ingin anda bunuh?"

“Aku merasa sangat terbantu bahwa kamu dengan cepat memahami ceritanya. Seperti yang diharapkan, ini adalah jiwa yang kuharapkan. Tolong bunuhlah Pahlawan di sebuah dunia pedang dan sihir. Batas waktunya adalah delapan belas tahun setelah kamu dilahirkan."

"Dunia pedang dan sihir? Pahlawan? Bukankah itu adalah suatu hal yang fantasi?"

Pada saat yang sama ketika aku mengajukan pertanyaan, informasi tentang dunia itu mengalir masuk padaku.

Tentang struktur dunia, definisi sihir, budaya pada zaman itu, tingkat teknologi, dan tentang Pahlawan.

... Aku mengerti, ini adalah hal yang berbeda dari duniaku.

"Sesuatu yang disebut Pahlawan itu adalah menjadi seorang Pemberani kan? Mengapa kamu perlu membunuhnya?"

“Enam belas tahun kemudian, setelah Pahlawan mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan dunia, dia menggunakan kekuatannya untuk kepentingan dirinya sendiri untuk membuat dunia dalam kekacauan. Dia lebih tanpa ampun daripada Raja Iblis, lebih tepatnya. Dan dalam 18 tahun, dunia akan hancur. Karena itu, tolong bunuhlah dia dengan cepat."

"Itu artinya Pahlawan tidak diperlukan lagi setelah mengalahkan Raja Iblis ya."

Di suatu tempat, terdapat suatu kemiripan denganku.

"Jika kamu tidak memperdulikannya, kamu dapat membiarkannya, tapi apa yang dia lakukan adalah melanggar toleransi. Punpun."

Terdapat teknologi yang disebut sihir, dan beberapa kemampuan fisik manusia di dunia ini melampaui dari dunia sebelumnya.

Pada tingkat teknologi antara Abad Pertengahan dan Awal Modern, sesuatu yang disebut sebagai sihir telah berkembang secara tidak normal.

Jadi, aku bereinkarnasi hanya untuk membunuh Pahlawan ya.

"Pahlawan yang membunuh Raja Iblis tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang. Kalau begitu, bukankah aku yang telah membunuh pahlawan kali ini akan dibuang?"

"Sudah kubilang padamu. Jika kamu tidak memperdulikannya, maka biarkan saja. Selain itu, kamu tidak memiliki kekuatan seperti itu, dan jika aku dapat memberikanmu kekuatan itu, aku tidak akan memilihmu sejak awal."

Sang Dewi meletakkan tangannya di daguku dan tersenyum menyihir.

"Aku memilih seorang pembunuh karena hanya seorang pembunuhlah yang dapat membunuh Pahlawan dalam bingkai manusia, bukan seorang pejuang, kesatria, ataupun penyihir."

"Kalau begitu, aku harus membunuh sebuah monster non-standar hanya sebagai manusia biasa dalam standar?"

Alasan dan detailnya terukir pada dunia informasi yang diberikan padaku sebelumnya.

Ada batasan untuk kemampuan manusia yang lahir di dunia itu.

Pahlawan adalah eksistensi yang telah jauh melampaui batasannya, dan telah sangat luar biasa sejak ia dilahirkan.

Lalu, Sang Dewi tidak dapat membuat pengecualian khusus selain daripada Pahlawan, dan hanya satu Pahlawan yang bisa ada pada saat yang bersamaan.

Tidak ada yang dapat menghentikan jika Pahlawan mengamuk. Dalam "Pertempuran", tidak ada satu pun orang yang mampu menyamai Pahlawan.

Itu sebabnya "Pembunuhan" ya.

“Aku dapat mengerti seberapa monsternya Pahlawan itu. Mari kita katakan seperti itu. Jika itu hanya membunuhnya maka aku dapat melakukannya. tetapi aku membutuhkan kemampuan yang dekat dengan batas atas dari manusia. "

"Ya, aku akan bekerja sama denganmu tentang hal itu. Spesifikasi terkuat secara teori dalam kerangka manusia... Selain itu aku akan membiarkanmu memilih keterampilan yang seharusnya adalah acak."

Berbagai keterampilan yang tak terhitung jumlahnya muncul di pikiranku.

Di dunia pedang dan sihir, setiap orang secara acak akan diberikan hingga lima keterampilan ketika mereka dilahirkan.

Sangat bagus untuk dapat memilih secara bebas dari keterampilan yang jumlahnya sebanyak jumlah bintang.

Kamu tidak hanya dapat memilih keterampilan yang kuat, tetapi kamu juga dapat mengerahkan kekuatan besar dengan menggabungkannya.

"Apakah kamu tidak akan memilihkan keterampilan untukku?"

“Aku tidak pandai dalam memikirkan detail kecil, meskipun aku dapat mengatasinya dengan mengerahkan sedikit kekuatan.... Aku akan memberimu waktu tiga hari, jadi pelajarilah mereka lalu pilihlah. Meskipun, itu jika kamu menerima permintaanku."

“Sebelum itu aku ingin anda memberitahuku beberapa hal. Menurut informasi yang kuterima, seorang Dewi tampaknya tidak dapat mencampuri dunia secara berlebihan, tetapi apakah itu tidak termasuk dalam kasusku untuk bereinkarnasi dari dunia lain?”

"Ya, itu aman. Hanya saja secara kebetulan aku sedang mengisi kembali jiwa dari dunia lain karena kekurangan jiwa, jiwa yang tidak sengaja memutih dan meninggalkan memori dan pengetahuan yang manis, memiliki tubuh berkinerja tinggi serta memiliki keterampilan yang kuat. Yah, jika dalam bingkai itu, tidak peduli bagaimana kamu meningkat, sesuatu yang "Normal" tidak akan bisa menang melawannya."

Itu hanya akan berada dalam ruang lingkup aturan normal tidak peduli seberapa banyak kamu melakukannya ya.

"Pertanyaan selanjutnya. Anda berkata bahwa aku harus membunuh Pahlawan dalam delapan belas tahun. Bolehkah aku menyelesaikannya segera setelah aku siap?"

"Ah, itu tidak boleh. Setidaknya, tunggulah sampai Pahlawan membunuh Raja Iblis. Raja iblis hanya bisa dibunuh oleh pahlawan, dan jika kamu melakukan itu maka dunia akan hancur."

"Pertanyaan selanjutnya adalah... Berapa banyak jiwa yang bereinkarnasi karena terbawa dengan umpan yang sama sepertiku?"

Sulit untuk berpikir bahwa hanya aku yang akan bereinkarnasi dengan ingatan untuk membunuh Pahlawan.

Jika aku dalam posisi Sang Dewi, aku akan menyiapkan banyak cadangan Untuk meningkatkan peluang keberhasilan bahkan jika itu hanya sedikit.

"Hee, seperti yang diharapkan dari seorang pembunuh terkenal. Kamu dapat melihatnya dengan baik... Jawabannya adalah tidak. Setidaknya, hanya dirimu untuk saat ini. Bahkan untuk diriku, tidak mungkin bagiku untuk memiliki banyak peluang untuk kebetulan seperti itu."

Untuk saat ini, ya...?

"Pertanyaan terkahir. Apakah anda ingin menyelamatkan dunia, atau anda ingin membunuh Pahlawan? … Jika itu yang pertama, maka itu seharusnya baik-baik saja jika aku dapat menyelamatkan dunia tanpa membunuh Pahlawan."

“Tentu saja, aku ingin menyelamatkan dunia. Ya, jika kamu dapat menyelamatkan dunia tanpa membunuh Pahlawan, maka itu tidak masalah… Jika kamu bisa.”

Sang Dewi tertawa penuh arti.

"Aku mengerti. Aku akan menerimanya. Aku akan bereinkarnasi ke dunia pedang dan sihir. Aku memiliki satu permintaan. Aku ingin tempat reinkarnasiku adalah di sebuah rumah yang kaya yang memilki lingkungan untuk melatih keterampilan dan tubuhku."

"Aah, jangan khawatir tentang hal itu. Karena, kamu akan berenkarnasi ke sebuah rumah pembunuh terbaik di dunia lain, dan sebagai seorang pewaris dari keluarga pembunuh aristokrat Touahade. Jadi begitulah, silakan berjuang keras untuk mencapai yang terkuat selama dalam bingkai manusia.Setelah kamu memutuskan keterampilanmu, aku akan mereinkarnasikanmu."

Sang dewi menghilang, kemudian aku tertawa.

Meskipun aku terlahir kembali, aku akan tetap menjadi pembunuh.

Meskipun aku telah bersumpah untuk hidup untuk diriku sendiri jika aku memiliki kehidupan yang selanjutnya, tetapi ironisnya aku telah menjadi alat seseorang sejak awal...... Tapi aku tidak berniat untuk mengeluh.

Aku memiliki masa tenggang delapan belas tahun, dan hanya satu pembunuhan, dan karena aku mendapatkan hadiah atas kelanjutan kehidupanku yang seharusnya telah berakhir.

Kali ini aku akan hidup atas keinginanku sendiri, mencari sesuatu yang disebut dengan kebahagiaan, lalu mendapatkannya.
Share This :
KaiToranslation

Just a stray translator that usually found on the internet.

0 Comments